BEST OFFER : This space is available for you. For inquiries please email soon to : 165mazri@gmail.com
Showing posts with label Sawahlunto. Show all posts
Showing posts with label Sawahlunto. Show all posts

Thursday, June 27, 2013

Penerimaan CPNS Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Ajaran 2013/2014

PENERIMAAN CPNS CALON PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN) TAHUN AJARAN 2013/2014

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

SEKRETARIAT DAERAH
Jalan Jenderal Sudirman No. 51 Telepon (0751)31401-31402-34425 Padang
http://www.sumbarprov.go.id/ biro_humas@sumbarprov.go.id

PENGUMUMAN
NOMOR : 892/3248/BKD/IV-2013
TENTANG
PENERIMAAN CPNS CALON PRAJA
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN)
TAHUN AJARAN 2013/2014

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 892.1/3212/SJ Tanggal20Juni 2013, tentang Penerimaan CPNS Calon Praja (Capra) IPDN Tahun Ajaran 2013/2014, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuka kesempatan kepada Putera dan Puteri Warga Negara Republik Indonesia untuk mengikuti seleksi Pendidikan Pamong Praja pada Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dengan ketentuan sebagai berikut :



PERSYARATAN PELAMAR/CALON PESERTA SELEKSI:

1. Warga Negara Republik Indonesia.

2. Usia pelamar/peserta seleksi per tanggal 1 Desember 2013 :

a) Pelamar umum berusia minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun,

b) Pelamar PNS Tugas Belajar berusia maksimal 24 tahun dan mempunyai masa kerja menjadi PNS minimal 2 (dua) tahun.

3. Tahun Ijazah/Surat Tanda Tamat belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (MA) pendaftar, yaitu tahun 2011, 2012 dan 2013 bagi pelamar umum.

4. Syarat usia sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a dan syarat kelulusan tahun Ijazah/STTBsebagaimana dimaksud pada angka 3 harus terpenuhi seluruhnya.

5. Nilai rata-rata Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) minimal 7,00 (tujuh koma nol nol).

6. Tinggi badan peserta seleksi pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.

7. Tidak bertato atau bekas tato dan bagi peserta seleksi pria tidak ditindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya kecuali karena ketentuan adat/agama.

8. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak sesuai dengan unsur pemeriksaan kesehatan.

9. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Tingkat Kabupaten/Kota (Polres/Poltabes)

10. Surat Keterangan berbadan Sehat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)/Rumah Sakit TNI/Rumah Sakit Polri/Puskesmas Pemerintah setempat.

11. Surat Pernyataan belum menikah/kawin, hamil/melahirkan dan sanggup tidak menikah/ kawin selama mengikuti pendidikan yang diketahui orang tua/wali dan disahkan Kepala Desa/Lurah setempat, yang dinyatakan secara tertulis, ditandatangani diatas materai Rp.6.000,-.

12. Surat pernyataan bersedia mentaati Peraturan Kehidupan Praja dan bersedia mengembalikan seluruh biaya pendidikan yang telah dikeluarkan pemerintah dikarenakan mengundurkan diri, diberhentikan dan/atau melanggar peraturan pendidikan, diketahui oleh orang tua/wali yang dinyatakan secara tertulis, ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,-.

13. Surat Pernyataan siap diberhentikan tanpa menuntut dimuka pengadilan melalui PTUN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi maupun menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan dan pengeroyokan, dan melakukan tindakan asusila, berdampak hukum atau tidak, yang dinyatakan secara tertulis dan ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,-.



PERSYARATAN LAINNYA

1. Fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

2. Pasphoto berwarna menghadap kedepan dan tidak memakai kacamata, dengan ukuran 3 x 4 cm, sebanyak 4 (empat) lembar, dan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar, latar belakang merah.

3. Menyerahkan berbagai surat pernyataan yang telah ditentukan.

4. Syarat pendaftaran disusun rapi dan dimasukan kedalam stofmap berwarna biru bagi pelamar pria dan stofmap berwarna merah bagi pelamar wanita.



TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN

1. Tempat pendaftaran :

Pendaftaran dilakukan oleh peserta seleksi CPNS Calon Praja IPDN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

2. Waktu pendaftaran :

Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan tanggal 13 Juli 2013.



TAHAPAN SELEKSI

1. Seleksi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

a. Seleksi administrasi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota.

b. Tes Kompetensi Dasar (TKD) dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri serta Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia.

c. Tes Kesehatan dan Tes Kesamaptaan/Jasmani.

d. Tes Psikologi oleh Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat dan Tes Integritas dan Kejujuran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

e. Penentuan akhir dilaksanakan oleh Panitia Penentuan Akhir yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

f. Seleksi penerimaan CPNS Calon Praja IPDNdilakukan dengan SISTEM GUGUR, yaitu para peserta dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya apabila dinyatakan lulus/memenuhi syarat pada tahap sebelumnya.

2. Materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari :Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).



LAIN-LAIN

1. Apabila terdapat pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi CPNS Capra IPDN dengan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan. Panitia tidak bertanggungjawab atas perbuatan pihak/oknum tersebut.

2. Setiap tahapan dalam seleksi penerimaan CPNS Capra IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 dibawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



PEMBIAYAAN
Biaya Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan/Jasmani, Tes Psikologidan biaya lainnya untuk kebutuhan peserta selama mengikuti tahapan tes dibebankan kepada Calon Peserta.

Demikian pengumuman ini untuk dapat dimaklumi.

Dikeluarkan : di Padang
Pada Tanggal : 26 juni 2013

a.n GUBERNUR SUMATERA BARAT
SEKRETARIAT DAERAH

Dr. H. ALI ASMAR M.Pd
Pembina Utama Madya
NIP 19580705 197903 1 004

Written by Badan Kepegawaian Daerah | Thursday, 27 June 2013 09:48, just click to :

http://sumbarprov.go.id/read/99/12/14/59/190-teras-sumbar/pengumuman/824-penerimaan-cpns-calon-praja-institut-pemerintahan-dalam-negeri-ipdn-tahun-ajaran-2013-2014.html






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, June 8, 2013

Enam Kota di Sumbar Raih Adipura

HarianHaluan.com - Sabtu, 08 Juni 2013 - Headlines: Sabtu, 08 Juni 2013 01:30 - Prestasi Sumatera Barat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun ini, sangat membanggakan. Enam kota di provinsi ini meraih Adipura dan berbagai penghargaan lainnya di bidang lingkungan hidup.

PADANG, HALUAN — Enam kota di Sumbar berhasil meraih penghargaan bergengsi tropi Adipura tahun 2013, masing-masing Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Painan, Kota Lubuk Si­kaping dan Kota Pariaman. Sementara Kota Padang harus puas membawa pulang serti­fikat Adipura.

Selain itu, Pemprov Sumbar dan Pemkab Pesisir Selatan juga meraih tropi Status Ling­kungan Hidup Daerah (SLHD). Sumbar juga berjaya dengan memperoleh 3 penghargaan Kalpataru, masing-masing kategori Pembina lingkungan diraih Amran Nur (Walikota Sawahlunto), kategori penye­lamat lingkungan diraih Pe­merintahan Nagari Koto Ma­lintang (Agam) dan kategori pengabdi lingkungan diraih Darpius Indra (Pessel).

Seluruh penghargaan ber­geng­si itu akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono kepada masing-masing kepala daerah dan peraih kalpataru Senin (10/6), pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Istana Negara.

Kepala Bapedalda Sumbar, Asrizal Asnan kepada warta­wan Jumat (7/6), di Padang mengatakan, prestasi yang diraih Sumbar pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun ini, sangat mem­banggakan, melebihi dari pero­le­han prestasi tahun lalu. Masih ditambah lagi dengan perolehan penghargaan Adiwi­yata Mandiri yang diraih 10 sekolah. Dulu hanya 2 sekolah yang meraih Adiwiyata Mandiri.


“Prestasi yang kita peroleh tahun ini sangat membang­gakan. Hal ini tak terlepas dari komitmen Gubernur Sumbar di bidang pengelolaan lingkungan hidup, yang selalu memacu kepala daerah serta pihak sekolah dalam menjaga dan peduli lingkungan,” kata Asrizal didampingi Kabid PKIL Siti Aisyah dan Afrides.

Dikatakan, penghargaan SLHD diberikan untuk pemerintah daerah yang mampu menyampaikan infor­masi tentang status lingkungan hidup di daerahnya. Pelayanan informasi ini menjadi ukuran bagi kinerja daerah dan sekaligus untuk evaluasi kegiatan pembangunan. Informasi SLHD ini juga digunakan sebagai arah ke­bijakan pem­ba­ngunan daerah.

Selanjutnya perolehan Adipura tahun ini, juga luar biasa. Jika tahun lalu hanya 3 kota yang meraih Adipura maka tahun ini bertambah 3 kota lagi. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran dae­r­ah dalam menjaga kelestarian lingkungannya. Sebab Adipura tak sekedar simbol kota bersih, tetapi juga mengajak warga peduli dalam proses pemilahan dan daur ulang sampah serta menjaga kualitas air.

Untuk penghargaan Adiwiyata, juga terjadi peningkatan yang signifikan. Adiwiyata Mandiri meru­pakan sekolah Adiwiyata Nasional yang telah melakukan pembinaan minimal 10 calon sekolah Adiwiyata di kabupaten/kota.

Tahun 2012, Adiwiyata Mandiri diraih 2 sekolah. Tahun ini diraih 10 sekolah, masing-masing SDN 06 Aur Tajungkang Tengah Sawah (Bukittinggi), SDN 05 Pauh (Pasa­man), SDSN 20 Indarung (Padang), SDN 01 Pauh Kurai Taji (Kota Pariaman), SDN 17 Aro (Kota Solok), SDN 10 Sungai Sapih (Padang), SMP Semen Padang (Padang), SMAN 6 Padang (Pa­dang), MAN 2 Padang, SMAN 2 Lubuk Basung (Agam).

Sedangkan penghargaan Adiwi­yata Nasional dengan capaian nilai di atas 72, akan diserahkan pada peringatan Hari Cinta Puspa, November mendatang. Sebanyak 39 sekolah telah diusulkan untuk diverifikasi tim pusat pada Septem­ber-Oktober 2013. (h/vie)


sumber berita :
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23979:enam-kota-di-sumbar-raih-adipura&catid=1:haluan-padang&Itemid=70


sumber foto :
http://rmbtourcreator.files.wordpress.com/2012/06/2.jpg



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Tuesday, June 4, 2013

Tour De Singkarak 2013

Indonesia's Official Tourism Website - 2 Jun 2013 - 9 Jun 2013 - From 2nd to 9th June 2013, the Tour de Singkarak 2013 will take some of the world’s renowned cyclists over a 1000-kilometer route traversing the most scenic landscapes of West Sumatra’s countryside, see the cultural beauty and meet the people of Sumatra. The race covers 7 stages, building on the success of previous races.


The past years have seen an annual increase in participating regencies, and the race has therefore become a longer challenge with each year. While in 2012 the course covered 800 kilometers, this year the 7 staged race will cover a total distance of 1,027 kilometers.


The stages of Tour de Singkarak 2013 are as follows:
1. Stage 1: Bukittingi-Bonjol (105 Km)
2. Stage 2: Payakumbuh- Lake Singkarak (125 Km)
3. Stage 3: Padang Panjang-Istana Basa (204 Km)
4. Stage 4: Sijunjung-Pulau Punjung (165 Km)
5. Stage 5: Sawahlunto-Muara Labuh 138 Km
6. Stage 6: Pariaman-Painan (145 Km)
7. Stage 7: Padang Pariaman-Padang (145 Km)


The race is held in co-operation with ASO (Organizer of Tour de France), marking significant international recognition and increasing its international importance. Tour de Singkarak itself is listed as an annual event on the agenda of the International Cycling Association or Union Cycliste Internationale (UCI).


Combining sports and tourism, the Tour De Singkarak 2013 takes participants to an exciting adventure through the vast mountainous countryside of West Sumatra. The tour will not only offer fierce competition among racers, but it is, moreover, an excellent chance to unveil all the hidden wonders of West Sumatra.


Last year's participants were not only impressed with the lush green scenery, but they were also most taken by the warmth and friendliness of the people who welcomed and cheered for them at every stage.


There are direct international flights to Padang from Singapore and Kuala Lumpur in Malaysia and regular domestic flights from Jakarta, Medan and Batam to the Minangkabau International Airport in Padang.



More Information available at: http://tourdesingkarak.com/



Photo courtesy of http://tourdesingkarak.com/



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, May 16, 2013

Pebalap Dunia Jajal 1.200 Km, Kemenparekraf Luncurkan TdS 2013

Padang Ekspres • Senin, 13/05/2013 10:52 WIB • Redaksi • NASIONAL - Jakarta, Padek—Inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Tour de Singkarak (TdS) 2-9 Juni 2013, dengan acara Fun Bike di silang Mo­numen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (12/5) pagi, menjadikan Monas “di­kua­sai” nuansa serba Suma­tera Barat.

Hal tersebut dikatakan Menpa­rekraf Mari Elka Pangestu saat laun­ching TdS 2013, di silang Monas Jakarta, Minggu (12/5).

Hadir tokoh Minang yang juga Ketua DPD RI Irman Gusman, Wa­men Parekraf Sapta Nirwandar, Wa­mendikbud Musliar Kasim, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar serta wali kota dan bupati yang daerahnya bakal dilintasi pebalap TdS.


“Monas diduduki orang Minang­kabau. Semua kepala daerah yang tadi bernyanyi dengan tulus dan bangga menggunakan bahasa Minang. Itulah Indonesia. Tapi hari ini Monas berlim­pah-ruah dikunjungi masyarakat dan itu bernuansa serba Sumatera Barat,” kata Mari Elka Pangestu, di hadapan ribuan massa yang memadati silang Monas Jakarta.

Nuansa yang serba Minang ini, lanjut Mari, jarang terjadi di Jakarta. Kemarin (12/5), siapa pun pengunjung Monas bisa menyaksikan keindahan alam Sumbar melalui layar lebar atau menyaksikan lagu Minang yang dilan­tunkan oleh sejumlah artis asal Sum­bar. Dijelaskannya, acara TdS tidak saja menjadi salah satu ikon Sumbar, tapi sudah menjadi ikon Indonesia dalam mempromosi wisata ke dunia. “Iven TdS yang merupakan perpaduan olahraga dan promosi pariwisata tidak saja untuk Sumbar, tapi juga berdam­pak terhadap Indonesia. Untuk itu, kita harus terus menyukseskan agenda ini,” kata Mari Eka Pangestu.

Sejak TdS diadakan, mantan Men­teri Perdagangan itu mengatakan, tingkat kunjungan ke Sumbar naik sekitar 10 hingga 12 persen tiap tahun. Tidak itu saja, TdS juga mampu “me­mak­sa” Pemerintah memperbaiki jalan tiap tahun.

Ketua DPD Irman Gusman menga­takan, Monas Minggu pagi dikuasai penuh oleh Sumbar. Tidak saja karena alunan musik Minang yang terus terdengar, tapi juga karena seni tari perpaduan tradisional, modern mam­pu mencuri perhatian pengunjung. “Tahun 2014 nanti, saya akan menyam­paikan kepada Presiden SBY untuk membuka langsung TdS di Sumbar,” janji Irman.

Ditegaskannya, pascagempa 2009, TdS terbukti memiliki peran dalam memulihkan pariwisata, ekonomi dan infrastruktur di Sumbar. Bahkan, pe­rusahaan multinasional Lippo Group, yang sudah menetapkan berinvestasi sebesar Rp 10 triliun di Padang, me­nurut Irman ada kaitannya dengan kesuksesan TdS. Irman berharap semua stakeholders di Sumbar bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Wagub Sumbar Muslim Kasim menambahkan, TdS punya andil cukup besar membuka akses Sumbar ke dunia luar. “Ditambah lagi tahun ini TdS akan melewati 17 kabupaten/kota, tinggal dua daerah yang belum dilewati, yakni Pasaman Barat dan Mentawai,” ungkap Muslim Kasim.

TdS Tempuh 1.200 KM

TdS kali ini akan jauh lebih menan­tang bagi para pebalap. Menempuh jarak 1.200 km, para pebalap akan berpacu memperebutkan total hadiah Rp 1,2 miliar atau naik dari tahun lalu Rp 750 juta.

Menariknya, selain Kelok 44 yang menjadi mountain of challange, tahun ini juga ada Kelok 9.

Tantangan ini akan ditemui para rider di etape ketiga, Payakumbuh-Singkarak melalui Kelok 9. “TdS tahun ini akan benar-benar memberikan tantangan besar bagi para pebalap yang terdiri dari 23 tim, 17 tim man­canegara dan 6 dalam negeri. Tim mancanegara itu berasal dari 18 negara,” ujar Sapta Nirwandar.

Ke-18 negara tersebut adalah Indonesia, Kanada, Australia, Brunei Da­russalam, Iran, Irlandia, Jepang, Tai­wan, Kazakhstan, Malaysia, Mo­ngo­lia, Belanda, Filipina, Thailand, Amerika, Singapura, Spanyol, dan Uzbekistan.

Kasubdit Promosi Wilayah Suma­tera, Raseno Arya mengatakan, etape I Bukittinggi-Bonjol (Pasaman). Etape kedua Padangpanjang-Batusangkar melalui Lembah Anai dan Kelok 44. Seterusnya etape ketiga, Payakumbuh-Danau Singkarak via Kelok 9, etape keempat, Sijunjung-Dharmasraya. Kemudian etape kelima, Sawahlunto-Solok Selatan, etape keenam, Paria­man-Painan, dan terakhir Padang­pariaman-Padang. (fas)


source :

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=43571



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, July 14, 2012

Website Nagari Sumpur Kudus

Assalamualaikum wr wb.

Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta dimano sajo barado nan ambo hormati,

Sambia taruih melakukan pelatihan & pengumpulan data untuak dokumentasi website nagari Sumpur Kudus nan sadang kito lakukan di Kanagarian Sumpu Kudus, ambo seperti biaso kutiko melakukan pendampingan selalu bajalan bakuliliang subalik nagari di Sumpur Kudus nan ko. Perlu diketahui Kanagarian Sumpur Kudus nan ko babeda jo Kec. Sumpur Kudus. Kecamatan Sumpur kalau kito caliak dari pembagian wilayahnyo, terdiri 3 wilayah nan terpisah dek sabab kontur tofografi perbukitan nan mambuek 11 pemerintahan nagari dengan 8 Kanagarian dipisahkan oleh perbukitan nan cukuik terjal. 3 Wilayah mantun adolah sebagai berikut :


1. Nagari Kumanih, Nagari Tanjuang Bonai Aua & Nagari Tanjuang Bonai Aua Selatan.
Merupakan pusat pemerintahan kecamatan Sumpur Kudus nan talatak di Nagari Kumanih. Di Nagari Kumanih nan ko pulo tadapek pasa sarikat 8 Kanagarian nan hari balainyo adolah hari Salasa. Sajak saisuak, penduduk di 8 Kanagarian selalu ramai mengunjungi pasa sarikat nan ko. Wilayahnyo basubalahan jo nagari-nagari di kec. Lintau Buo, yaitu Nagari Taluak & Nagari Tigo Jangko. Lokasi kaduo nagari nan ko indak jauah dari jalan lintas Muaro Sijunjuang - Pikumbuah, sekitar 3 km & 7 km. Kanagarian Kumanih jo Kanagarian Tanjuang Bonai Aua wilayahnyo dipisahkan oleh batang Sinama (Sinamar) nan bahulu di Koto Tinggi daerah mudiak luhak 50 Koto.

2. Nagari Tamparugo, Nagari Tanjuang Labuah & Nagari Sisawah
Diwilayah nan ko terdapat 2 Kanagarian, dimano nagari Tanjuang Labuah adolah pemekaran dari Nagari Tamparungo.Kaduo pemerintahan nagari nan ko adolah 1 kanagarian yaitu Kanagarian Tamparungo. Jarak antaro Kanagarian Sisawah jo Kanagarian Tamparngo + 7 km. Diwilayah nan ko banyak terdapat bukik karang nan kalau dicaliak sacaro geologis adolah perbukitan kapur & marmer. Di wilayah iko bisa dijumpoi banyak ngalau-ngalau saroman nagari Silokek Kec. Sijunjuang. Jarak dari Tamparungo ka Kumanih sekitar + 12 km.

3. Nagari Unggan, Nagari Silantai, Nagari Sumpur Kudus, Nagari Sumpur Kudus Selatan & Nagari Mangganti.
Wilayah di nagari-nagari nan ko dipisahkan oleh bukik Lontiak dengan wilayah Kanagarian Tamparungo & Kanagarian Sisawah. Jenis tanah di bukik Lontiak marupokan perbukitan tanah potsolit merah kuning (PMK) dengan campuran pasir. Pado lapisan nan bacampua jo kasiak nan ko acok menyebabkan lereng di perbukitan nan ko tamban/longsor. Jaraknyo dari Kumanih + 30 km. Jarak dari Unggan ka Sumpur Kudus sekitar 7 km, baitu pulo jarak antaro Sumpur Kudus dengan Mangganti sekitar 7 km pulo.

http://peta.sijunjung.go.id/

Umumnyo masyarakat di Sijunjuang memiliki matapencaharian 2 macam, yaitu bacocok tanam padi & baladang varietas karet/gatah (Havea Brazillensis). Penamaman karet alah dilakukan sajak maso kolonial Bulando. Dimano dari penuturan urang-urang tuo disiko bibit tanaman diperoleh dari wilayah Lintau.Oleh karano itu, pabilo kito bakunjuang ka Sumpur Kudus, sajauah mato mamandang akan dapek dicaliak hamparan sawah didataran & tanaman karet diwilayah perbukitan.

Pado sisi barat perkampungan dipisahkan oleh perbukitan nan dibaliaknyo tadapek rimbo gadang nan disabuik dengan namo Rimbo Lisun. Rimbo Lisun nan ko wilayahnyo sangaik laweh & memanjang dari wilayah Unggan sampai ka hilia di Mangganti taruih ka Nagari Durian Gadang Kec. Sijunjuang & Nagari Padang Tarok di Kec. Kamang Baru. Rimbo Lisun nan ko berbatasan lansuang jo wilayah Provinsi Riau nan wilayah adminitrasinyo adolah Kabupaten Kuantan Sengigi (pusat pemerintahan di Taluak Kuantan). Dek Karano tofografi perbukitan nan terjal, sampai kini akses jalan ka Rimbo Lisun hanyolah jalan setapak. Dari informasi nan diperoleh niniak mamak Kanagarian Sumpur Kudus, dalam 3 bulan terakhir ditamui pemukiman urang Kubu di Rimbo Lisun nan acok turun ka Mangganti untuak manjua hasil hutannyo. Pemkab. Sijunjuang & Pemprov Sumbar kini sadang maansua-ansua akses jalan ka Rimbo Lisun dengan mambuek wilayah transmigrasi di perbatasan nagari Padang Tarok Kec. Kamang Baru & dalam perencanaanyo akan membangun jembatan di batang Kuantan untuak pemukiman transmugrasi nan ko.

Dari hasil pengamatan nan alah dilakukan, kebetulan kami alah ka Sumpur Kudus sabanyak 7 kali dalam satahun terahir, mandapek kesimpulan bahasonyo matapencaharian masyarakat di Sumpur Kudus dapek ditingkekan. Hal iko mancaliak dari nan alah kito sigi sacaro labiah teliti dilapangan. Sabab, saindak-indaknyo, masyarakat di nagari nan frofesinyo adolah petani harus memiliki paliang tidak 4 sumber penghasilan. Nan ado kini hanyo bersumber dari padi sawah & tanaman karet sajo. Hasil bercocok tanam dari padi sawah hanyo dipakai untuak kebutuhan sendiri, sabab produktivitas tanaman padi disiko agak randah, sekitar 2-3 to per hektar. Hal iko disababkan jenis tanah nan bukan termasuk tanah vulkanik saroman di Sungai Tarab, Pariangan, Batipuah X Koto, Agam Tuo, Salingka danau Maninjau, Solok, Alahan Panjang ataupun di Talu Sinuruik.

Hasil tanaman karet marupokan tulang punggung pendapatan masyarakat nagari disiko. Dimano hasil ladang karet nan ko nan samato-mato menjadi penghasilan tetap masyarakat nagari. Kisaran harago karet kini sekitar Rp. 8.500 - Rp 9.000 per kg. Samanjak tsunami Japan tahun lalu, harago karet dunia memang jatuah dari harago Rp. 20.000 per kg. Aktifitas baladang karet nan ko setelah kito amati indak memakan wakatu sahari panuah. Masyarakat nagari mulai pai ka ladang sajak salasai shalat Shubuah, nan salasai pado pukua 11.00 wib. Setelah ba'da Zhuhur kegiatan masyarakat nagari dilanjuikan pado mengelola ternak. Ternak nan umum disiko adolah jawi/sapi & kabau. Selain itu, kaum ibu juo melakukan kegiatan penenunan kain songket Unggan sarato bordir. Untuak kain songket hasilnyo dibali lansuang oleh pemkab Sijunjuang untuak kebutuhan pakaian dinas. Sadangkan untuak bordir alah ado pulo pedagang-pedagan nan babaliak ka nagari untuak mangumpuakannyo.

Setelah kito inok manuangi, potensi nan bisa dikambangkan adolah sektor peternakan. Yaitu penggemukan sapi & peternakan ayam petelur. di 5 nagari/4 Kanagarian nan ko jumlah penduduknyo sekitar 18.000 jiwa. Sampai kini talua-talua ayam nan masuak ka nagari barasa dari Pikumbuah. Dijua dengan harago saketek labiah maha sabab biaya transportnyo iyo agak gadang dek termasuk wilayah pelosok pulo. Mungkin ado dari angku, mamak. bundo sarato dunsanak nan tertarik mambuek usaho peternakan ayam petelur di Sumpur Kudus. Hal iko alah kito bicarakan dengan pemerintahan nagari. Alhamdulillah disambuik baiak oleh masyarakat disiko. Mengenai lahan, bahan baku kandang saroman kayu jo batuang/bambu tasadio di nagari. Tinggga mausahokan atok jo kawek sarato bibit ayam petelur & pakannyo. Untuak tenaga kerja banyak nan tasadio di nagari. Umumnyo di Mudiak 50 Koto nan marupokan sentra penghasil telur di Sumbar, satiok pekerja dibayia jo upah Rp. 2.000.000/bulan + sakaruang bareh. Pabilo ado nan berminat silahkan hubungi LPM Marapalam & akan kito bantu untuak mampasamokannyo jo pemerintahan nagari basarato KAN Sumpur Kudus.

Selain itu, kami juo berencana untuak mambuek usaho penggemukan & indukan sapi Simmental di nagari Sumpur Kudus. Jam karajo petani karet disiko nan hanyo satangah hari (dari jam 06.00 wib - 11.00 wib) bisa labiah diberdayakan untuak usaho penggemukan & indukan sapi. Selain itu, pado ladang-ladang karet rakyat nan ado bisa dilakukan penanaman rumput untuak pakan ternak. Pado wilayah nan agak data bisa dijadikan padang pengembalaan & pado nan labiah miriang akan dilakukan dengan caro manyabit.

Manuruik penutura masyarakat di Sumpur Kudus, sistem mampaduokan jawi di nagari nan ko pembagiannyo adolah 50% - 50%. Sebagai contoh, anakan jawi dibali dengan harago 8 juta di pasa taranak nagari Palangki. Setelah dilakukan penggemukan salamo 1 tahun bisa dijua saharago 16 jt. Hasil barasiah mantun nan akan dibagi manjadi 50% - 50%. Sadangkan nan mamaliharo jawi untuak indukan, setiap lahia anak, setelah lapeh susu (6 bulan) nilainyo akan dipatuik, dari nilai mantun akan dibagi satangah untuak petani nan maurus jawi & satangah lai adolah hak dari pemilik jawi. Anakan jawi nan lahia bisa dijua pabilo jantan & nan batino bisa digadangkan taruih untuak dijadikan indukan.

Untuak pembuatan kandang, bahan-bahan ditangguang pemilik jawi, sadang pekerja dilakukan oleh petani. Dek karano kito di LPM Marapalam dianjurkan babuek daripado hanyo marancang-rancang sajo, insya Allah ambo akan sato dalam usaho penggemukan nan ko, paliang indak saikua jawi dek pitih ambo indak pulo ado bana.

Mungkin kapado angku, mamak, bundo sarato dunsanak ado nan ka ikuik? Silahkan hubungi LPM Marapalam insya Allah akan kito buek kandang basamo & dibuek pulo perjanjian tertulisnyo jo petani, pemerintahan nagari sarato niniak mamak Kanagarian Sumpur Kudus.

Mungkin itu sajo nan bisa ambo sampaikan, mano tahu ado dari kito di palanta nan ko nan akan ikuik sato. Email nan ko ambo cc kan pulo ka inisiator LPM Marapalam, yaitu pak Saafroedin Bahar, mak Dutamardin Umar, mak doto Hilman Mahyudin, pak Abraham Ilyas, mak Darwin Chalidi & pak doto Rahyussalim.

wasalam

AZ/lk/34th/caniago
Sumpur Kudus - Sijunjung

asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang Koto Laweh, Agam

http://lpmmarapalam.wordpress.com/
http://armenzulkarnain.wordpress.com/




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Tuesday, June 5, 2012

Indonesia's Minister Of Tourism Opens Sawahlunto First Stage Tour de Singkarak 2012 with One Billion Rupiah Prize Takes Place

Sawahlunto, 4 June 2012 - Indonesia’s Minister of Tourism and Creative Economy Mari Elka Pangestu - accompanied by Vice Minister of Tourism and Creative Economy Sapta Nirwandar, West Sumatra’s Governor Irwan Prayitno and Indonesia Cycling Federation’s Chairman Edmound JT Simorangkir, along with Sawahlunto Mayor Amran Nur – officially opens the first stage of Tour de Singkarak 2012. The 77.6-kilometer Sawahlunto – Sawahlunto first stage starts in Taman Segitiga, Sawahlunto toward Silungkang, Sijunjung and Muara Sijunjung, then goes back to Silungkang and ends in Sawahlunto.

Minister Mari says that Tour de Singkarak is an interesting and strategic combination of bicycle sport event and tourism promotion, which is also part of the program at the Ministry of Tourism and Creative Economy to increase the quantity and quality of worldwide tourists visiting Indonesia, develop tourism destination outside Bali and special interest tourism particularly in sport events. Despite the world’s economic uncertainty and slowdown, the number of worldwide tourists visiting Indonesia during January-April 2012 reached 2,529,898 or grew 8.9% compared to the same period of last year. The growth is relatively conducive to the country’s tourism industry, in comparison of the around 4-5% global tourism growth.

This is the fourth annual event of Tour de Singkarak held in West Sumatra, and the event is not only a sport event with fierce competition to earn Rp 1 billion or around US$ 110,000 prizes altogether. But no less interesting, cyclists from 18 different countries along with their supporters, Tour de Singkarak related committees and public audiences will explore the beauty of West Sumatra’s panoramas that include cultural arts, culinary delights and local warm hospitality. The primary objectives are to win their hearts so they can bring remarkable memories about Indonesia to their respective countries and in the future they will take along their families to enjoy the beauty of West Sumatra, and to make these racers as the ambassador of Indonesia tourism promotion in their respective countries.

During the Sawahlunto – Sawahlunto first stage, Minister Mari has the opportunity to get around the town by bike, accompanied by West Sumatra’s Governor, Indonesia Cycling Federation’s Chairman and Sawahlunto’s Mayor. Minister Mari will also be scheduled to visit tourism sites of the renowned Gudang Ransum Museum and Lubang Mbah Suro. In addition, Sawahlunto’s government officials will attend various art and cultural attractions, among others are barongsai, kuda kepang, percussion and traditional dance especially dedicated to cyclists, media and officials of Tour de Singkarak 2012.

Tour de Singkarad (TDS) 2012 includes 7 stages with 854-kilometer total distance, via 14 regencies and cities in West Sumatra for 7 days, from June 4 to 10, 2012. Nevertheless, the participants have come few days before the event takes place. The event, which comprises seven stages, starts from Sawahlunto and ends in Padang. This time, the seven stages are Stage 1 of Sawahlunto – Sawahlunto, Stage 2 of Muara Sijunjung – Lembah Harau, Stage 3 of Payakumbuh – Istana Basa Pagaruyung, Stage 4 of Sicincin Anai Golf - Bukittinggi, Stage 5 of Padang Panjang - Singkarak, Stage 6 of Pariaman – Painan and Stage 7 of Padang Circuit Race.

The 14 regencies and cities involved in this event are the cities of Padang, Sawahlunto, Payakumbuh, Bukittingi, Padang Panjang, Solok, Pariaman; and the regencies of Sijunjung, 50 Kota, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Agam, Solok, Padang Pariaman, Pariaman and Pesisir Selatan. From year to year, the numbers of regencies and cities involved have increased from 4 in 2009 to 12 in 2011 and 14 in 2012. The future expectation is that Tour de Singkarak can cover all areas in West Sumatra. The amount of the prize also increases from Rp 600 million or around US$ 66 thousand in 2009 to Rp 1 billion or around US$ 110,000. In addition, the collaboration

TDS 2012 is enlivened by 250 cyclists from 18 countries that include Japan, Iran, Singapore, Australia, Uzbekistan, Ukraine, Kirgizstan, Russia, Taiwan, the United States, Germany, the Netherlands, Brunei, New Zealand, France, Kazakhstan, Malaysia and Indonesia.

No less important, the increasing quality of TDS is also owing to the significant role of Amaury Sport Organization (ASO) as the official advisory committee. The ASO is the organization that also involves in Tour de France.

TDS 2012 is organized with the full support of West Sumatra’s Provincial Government as well as 14 regencies and cities that become the locations of this event. The provincial government’s participation and support includes the provision of prize competition, local media coverage, improvements of road infrastructure and facilities of start & finish locations and their equipment, banquets, as well as securities and traffic management, and souvenirs.

NOTE:

The 16 teams from overseas include: 1. Aisan Racing Team, 2. Azad University Team, 3. OCBC Singapore Continental Cycling Team, 4. Genesis Wealth Advisers, 5. Uzbekistan Suren Team, 6. Antangin Eddy Hollands, 7. Action Cycling Team, 8. Plan B Racing Team, 9. CCN Cycling Team, 10. Colossi Miche Team, 11. Australian National Team, 12. Trengganu Pro-Asia Cycling Team, 13. Japan Cycling Federation, 14. Reine Blanche, 15. Mess Kerman and 16. Global Cycling Team.

The 9 national teams participating at this event are: 1. Polygon Sweet Nice, 2. Wim Cycle-Araya Indonesia, 3. Putra Perjuangan Bandung, 4. WSP Management Jogja, 5. Custom Cycling Club Indonesia, 6. Binong Baru Club/BBC Folker Pessel, 7. Tuah Sakato Cycling Team, 8. Cikeas Cycling and 9. PSN Gillas.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, May 19, 2012

Presentasi Singapore Minangkabau Association di Asian Civilization Museum, Singapore

Assalamu'alaikum wr. wb.

“Kapado niniak mamak nan gadang basa batuah, alim ulama nan tahu hala dengan haram jo cadiak pandai suluah bendang dalam nagari, bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang, sarato anak mudo nan capek kaki ringan tangan.”


Alhamdulillah tadi malam (18 May 2012) kami Singapore Minangkabau Association, Baweanese Assocciation of Singapore, Persekutuan Jawa Al-Masakin yang diundang oleh National Heritage Board www.nhb.gov.sg telah manyampaikan peresentasinya di hadapan audience yang terdiri dari masyarakat Singapore (China, Melayu, India) dan para expatriat dari Japang, Eropa dan Amerika tentang masyarakat etnik Malayu tersebut di Singapura dalam rangka Public Lecture: Episode 4: People's Stories: Narratives from Singapore's Nusantara Communities.

Acara ini mandapet sambutan hangat dari pengunjung di auditorium yang berkapasitas 300 ttempat duduk tersebut. Gedung terisi labih dari saparo kapasitasnya. Saya mambuka kajian dan cerita historis “tambo” tentang asal usul Masyarakat Minangkabau yang bermula dari puncak Gunuang Marapi, serta descendant dari Sultan Iskandar Zulkarnain atau Alexander the Great.

Kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tentang Matrilineal system dan diakhiri dengan notable Singapore overseas , seperti Yusoff Ishak, Presiden partama Singapura. Lalu Tuanku Abdul Rahman, Yang Dipertuan Agung partama Malaysia.

Sasudah itu presiden SMA atau Singapore Minangkabau Association diwawancarai pula oleh Suria TV Singapore http://entertainment.xin.msn.com/en/tv/suria yang acaranya IinsyaAllah akan ditayangkan dalam berita jam 8 malam tanggal 19 May 2012.

Salanjuitnya Insya Allah hari Minggu, 20 May 2012 kami bekerja sama dengan Siglap South Community Center http://pa.gov.sg/locate-our-centres/details/siglap-south-community-centre-35.html mengundang sanggar tari Sofyani untuk manampilkan tari-tarian dan kebudayaan Minangkabau. Acara ini rencananya akan dihadiri pula oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Bpk Andri Hadi, Walikota Sawahlunto Bpk Amran Nur dan masyarakat Singapura sacara umum. Semoga acara ini sukses berjalan sasuai dengan harapan rencana.

wassalam

Junaidi (45), kandang singo

Sumber : Milis RantauNet





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, November 26, 2011

SIMFes-2011, Festival Musik Lima Benua di Sawahlunto

SIMFes-2011, Festival Musik Lima Benua di Sawahlunto
Kategori: Wisata & Kuliner
Sawahlunto, KlikSumbar.
Setelah Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) pertama yang diselenggarakan 3-5 Desember 2010 lalu, budayawan Edy Utama dipercaya oleh Pemko Sawahlunto untuk menyiapkan SIMFes-2. “Insya Allah SIMFes-2 akan digelar tanggal 2-4 Desember 2011 ini, dengan tag-line festival musik lima benua,” kata Edy Utama.
Pada SIMFes-2010 berhasil didatangkan musisi/pemusik dari enam negara, yakni; Indonesia, Singapura, Malaysia, Jerman, Abijan dan Mongolia. Untuk SIMFes-2/2011 jumlah musisi yang dihadirkan semakin bertambah, yaitu dari delapan negara, yang mewakili 5 (lima) benua, yakni; Mexico (benua Amerika), Kamerun (benua Afrika), Melbourne (benua Australia), Belgia (benua Eropah), Taiwan, Uzbekhistan, Korea Selatan dan Indonesia (benua Asia). Itu pula sebabnya, SIMFes-2011 ini diberi tag-line festival musik 5 benua.

Menurut Edy Utama, tidaklah mudah untuk mewujudkan festival musik lima benua ini, karena jarak yang begitu jauh, juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun teryata idealisme seniman dan kesediaan masing-masing musisi/pemusik untuk menerima kondisi yang minimal, akhirnya upaya ini bisa dikongkritkan. “Idealisme para pemusik itu yang membuat mereka mau datang ke kota Sawahlunto untuk memperlihatkan kepiawaian mereka bermain musik,” kata Edy Utama.
Musisi/pemusik yang tampil pada SIMFes-2011 ini akan memperlihatkan karakteristik musik yang sangat beragam, sejalan dengan latar belakang sosial dan budaya yang mereka miliki.
Walikota Sawahlunto Amran Nur, mendukung penuh penyelenggaraan SIMFes-2011. Ia berharap pilihan musisi/pemusik yang tampil dalam SIMFes-2011 dapat makin mengukuhkan Kota Sawahlunto sebagai Kota Heritage dan Wisata Tambang yang Berbudaya.
. ( brt/ )



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, November 12, 2011

"Makan Bajamba" held in Tradition Ceremony

Makan bajamba is one of Minangkabau tradition in West Sumatra, which is held in tradition ceremony, tradition festival, and other important rendezvous. Literally, Makan Bajamba in Minangkabau has a good philosophy ; it brings a sense of togetherness without seeing the status of its people. Makan Bajamba is the procession of dining together in one tray, which is begins with the traditional Minangkabau proverb by leader (Datuak).

The uniquness of Makan Bajamba procession can we see from the peculiarty of food that they served which come from various ethnic who live in Sawahlunto. Food that has been laid out in tray, were taken by placing tray above the head and walk hand in hand. This event opened with the performance of multicultural arts from various art groups.


In Sawahlunto town, Makan Bajamba has becomes an annual event in celebrating the anniversary of this toen which is fall on first December each years. This event has been one of West Sumatra and domestic and foreign tourist. In 2006, this event received an award from MURI (Indonesian Museum of World Records) for category the longest and the most participant which is followed by 16,123 people from 10 villages, 37 sub-districts, 4 districs, 65 elementary school, 8 senior high school and department/agencies.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Top Stories

Supported by

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
FOR RENT : This running text is ready for rent. For inquiries please email soon to : reservation@rockyplazahotelpadang.com or 165mazri@gmail.com