BEST OFFER : This space is available for you. For inquiries please email soon to : 165mazri@gmail.com
Showing posts with label Hotel. Show all posts
Showing posts with label Hotel. Show all posts

Friday, August 26, 2016

Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016

Kepada para Sahabat, mohon dukunganya untuk vote/memilih ROCKY PLAZA HOTEL , Grand Rocky Bukittinggi dan Sumatera Barat dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016. Silahkan di klik ke :
Terimakasih sebelumnya atas kesediaan Sahabat...



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, August 25, 2016

Sumbar Ditetapkan Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia, Inilah 10 Destinasi Andalan Sumbar

Seluruh pemerintah kabupaten kota menyepakati menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal, seperti yang telah dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Aceh. Penetapan ini dilakukan, terkait penetapan positioning sesuai karakter wisatawan yang berkunjung sebelum mengembangkan pariwisata di daerah.
Hal ini ditetapkan dan disampaikan langsung kepada Menparekraf Arief Yahya yang berkunjung ke Sumbar waktu itu, dalam Rakor Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan kabupaten kota se-Sumatera Barat tentang, “Pariwisata Potensi Ekonomi Sumatera Barat Masa Depan”.
Sebelumnya, Gubernur Sumata Barat Irwan Prayitno, melaporkan kepada Menteri Pariwisata saat ini terdapat perbedaan dalam pengembangan pariwisata di Sumatera Barat. Perbedaannya ialah saat ini Sumbar memiliki gerakan dalam pengembangan pariwisata berbeda dengan dahulu. Sehingga dapat mengatasi dan memberikan solusi jika terdapat masalah di tempat destinasi wisata.
“Contohnya jika ada terjadi “pakuak” harga makanan di lokasi maka dapat dilaporkan langsung ke nomor hotline pengaduan dan tim kita akan langsung menindaklanjutinya. Dan, jika ada laporan Gubernur dapat langsung meminta Bupati, Walikota untuk menyelesaikan laporan tersebut. Kami pemerintah Sumatera Barat terus menggenjot pariwisata karena kami meyakini pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Irwan Prayitno.
Dikatakan, kepada Bupati dan Walikota, harap meningkatkan anggaran sektor pariwisata, menetapkan target pariwisata, meningkatkan kualitas dan mengembangkan ciri khas destinasi pariwisata agar ada perbedaan disetiap destinasi wisata, serta promosikan pariwisata daerah. Selain itu, untuk melihat kesiapan setiap kabupaten kota, nantinya akan ada tim dari pemerintah provinsi untuk meninjau langsung ke lapangan.
Dukungan Kementerian Pariwisata untuk Sumatera Barat tahun 2016 ini mencapai Rp8.070.260.000, dengan rincian, Dana Alokasi Khusus (Pengembangan paket wisata terintegrasi Pesisir Selatan) Rp1.362.590.000, TIC, Kawasan Parkir, Pusat Cenderamata serta Medan Nan Balinduang Tanah Datar Rp1.007.670.000, Sosialisasi Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat di 19 kabupaten kota Rp2.100.000.000, Penyusunan Rencana Detail KSPN Siberut, KSPN Bukittinggi, KSPN Singkarak, KSPN Maninjau dan sekitarnya Rp3.600.000.000.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya, mengatakan pariwisata merupakan sektor termudah dan termurah untuk meningkatkan devisa.
Arief Yahya berharap, Sumatera Barat menetapkan posisi destinasi contohnya Provinsi Aceh dan Provinsi NTB telah menetapkan sebagai halal destination tourism. Selain itu, juga mesti menetapkan destinasi prioritas, seperti Sumatera Utara dengan Wisata Danau Toba.
1. Danau Singkarak
Jika di Medan ada Danau Toba, maka di Padang ada Danau Singkarak. Pesona alam yang dimiliki danau ini menjadikannya sebagai salah satu tempat wisata di Padang yang patut dikunjungi. Danau Singkarak merupakan danau terbesar di Provinsi Sumbar, dengan panjang mencapai 21 kilometer (km). Sebagai destinasi wisata, kawasan Danau Singkarak telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan pada pengunjung. Ada sampan dan perahu boat untuk menikmati pemandangan di sekeliling danau. Selain itu, tersedia hotel sebagai tempat menginap wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburannya di danau ini.
2. Danau Maninjau
Danau Maninjau dikenal sebagai danau terbesar kedua di Provinsi Sumbar. Lokasinya berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Meski berjarak 140 km dari Kota Padang, namun danau ini menawarkan pemandangan eksotis yang sangat sayang untuk Anda lewatkan.
3. Danau Kembar
Tempat wisata di Padang yang menarik untuk dikunjungi adalah Danau Kembar. Disebut kembar, karena memiliki karakter yang sama dan letaknya berdekatan, di mana yang satu berada di atas dan yang lainnya di bawah. Uniknya, untuk mencapai danau di atas, Anda harus melalui jalan yang menurun. Sebaliknya, untuk mengakses danau di bawah justru harus melalui jalan mendaki.
4. Ngarai Sianok
Umumnya, ngarai atau lembah berada di daerah pinggiran atau perbukitan. Namun, ngarai yang satu ini berbeda, karena terletak di pusat kota. Keindahannya tak terbantahkan, dengan hamparan rumput hijau serta aliran anak sungai yang berliku-liku menyusuri celah tebing berwarna-warni, membuat tempat ini mewarkan ketenangan bagi siapapun yang datang ke sini. Latar Gunung Marapi dan Singgalang yang hijau menambah pesona tempat ini.
5. Gua Jepang
Gua yang memiliki panjang lebih dari 1.400 meter (m) ini dibangun pada 1942 oleh tentara Jepang. Di dalamnya terdapat berbagai ruangan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan para tentara kala itu, seperti kantor, rumah sakit, ruang persenjataan, dan ruang penyimpanan makanan. Pintu masuk gua terdapat di beberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, Panorama, samping Istana Bung Hatta, dan Kebun Binatang Bukittinggi.
6. Pulau Cubadak
Pulau Cubadak merupakan tempat wisata yang wajib masuk dalam destinasi wisata Anda ketika berkunjung di kota Padang. Pulau yang berada di kawasan wisata Mandeh ini merupakan salah tempat yang menawarkan keindahan alam bak surga. Bahkan, salah satu investor asal Eropa yang terpukau akan keindahan Pulau Cubadak berinvestasi, menjadikannya sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.
7. Lembah Anai
Tempat ini merupakan salah satu andalan pariwisata Kota Padang. Keunikan dari tempat wisata ini adalah keberadaan tiga air terjun, yang masing-masing menyajikan keindahan alam tersendiri. Dari ketiganya, satu yang paling terkenal dan menjadi favorit wisatawan adalah air terjun Lembah Anai, yang memiliki ketinggian 35 m.
8. Ngalau Indah
Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi, Anda akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagtit dan stalagmit yang sangat eksotis. Di dalam gua ini, Anda akan mendengar suara kelelawar yang beterbangan tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini, Anda akan menikmati taman dengan pohon-pohon rindang yang menambah kesejukan dan keindahan alam.
9. Istana Paguruyung
Tempat wisata di Padang yang satu ini memiliki nilai sejarah yang berharga. Istana Pagaruyung merupakan peninggalan sejarah, yang dulunya berfungsi sebagai kediaman Raja Minangkabau. Sebagai tempat wisata, Istana Pagaruyung menawarkan koleksi barang-barang peninggalan kerajaan yang hingga saat ini masih terawat dengan baik.
10. Kepulauan Mentawai
Sudah ada di Padang tapi tidak mampir ke Mentawai? Anda rugi besar! Pasalnya, Mentawai merupakan salah satu detinasi utama bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Tujuan mereka datang ke Mentawai adalah untuk berselancar, karena ombaknya dipercaya oleh sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Tidak itu saja, keindahan alam dan kehidupan bawah laut yang ditawarkan Mentawai juga sangat luar biasa.

source :



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, October 19, 2013

26 Negara Ikuti Pasar Wisata Indonesia 2013 di Padang

bisniswisata.co - Oleh: Tri Wibowo - Rabu, 09 October 2013 - 00:16 - JAKARTA, bisniswisata.co: Sebanyak 26 negara sudah mendaftar untuk mengikuti ajang pasar wisata Indonesia 2013 yang akan digelar di Sumatera Barat, 18-21 Oktober 2013. “Sampai hari ini sudah 26 negara yang akan ikut berparsipasi di pasar wisata Indonesia atau Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME),” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, 26 negara yang akan ikut dalam ajang bagi para pelaku usaha wisata tersebut diwakili oleh beberapa perusahaan yang bergerak dibidang kepariwisataan. Ia menyebutkan, secara keseluruhan sudah 66 perusahaan yang telah terdaftar untuk ikut dalam TIME 2013 yang akan dilaksanakan di Hotel Inna Muara Padang tersebut.”Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena kita masih terus membuka pendaftaran sampai event tersebut dimulai,” katanya.


Dari 26 negara yang sudah mendaftar tersebut diantaranya Amerika Serikat, Belanda, Australia, Belgia, Jerman, Prancis, Hongaria, Polandia, Uni Emirat Arab, Korea, Jepang, Rusia, Inggris, Italia, India, Cina, Thailand, Malaysia dan Singapura. Dijelaskannya, pasar wisata Indonesia tersebut merupakan ajang bagi para pelaku usaha wisata dan industri pendukung di Indonesia (seller) untuk mempromosikan berbagai produk dan jasa wisata dalam negeri kepada pebisnis wisata dari mancanegara (buyer).

Lebih lanjut Burhasman mengatakan, dengan diadakannya TIME secara berkala para pembeli dari mancanegara tersebut juga dapat melihat potensi pasar dan mempromosikan produk wisata yang baru di pasarnya masing-masing.

Burhasman mengatakan, TIME bertujuan untuk mempromosikan Sumatera Barat ke pasar Internasional serta mendorong perbaikan dan peningkatan insfrastruktur, fasilitas pariwisata, dan obyek wisata di wilayah tersebut sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata dunia.

Hal ini dapat menarik kedatangan wisatawan mancanegara ke wilayah Sumatera Barat dan pada akhirnya tidak hanya akan mendorong pertumbuhan pembangunan sektor pariwisata, namun juga sektor - sektor pendukungnya di Provinsi sumatera Barat, seperti pembangunan hotel baru dan obyek pariwisata lainnya.

Peluang Benahi Wisata

Pelaku industri pariwisata mengharapakan kegiatan TIME 2013 memberi dampak positif dalam pengembangan pasar pariwisata Sumbar. “Ini kesempatan emas bagi Sumbar, khususnya para pelaku wisata tour dan travel serta perhotelan. Ini akan membuka peluang Sumbar memperkenalkan produk wisatanya, dan juga ajang transaksi seller dan buyer dalam meningkatkan kunjungan wisata ke Sumbar,” kata Direktur PT Tour dan Travel Salam Wisata Indonesia, Febby Dt Bangso.

Data BPS Sumbar, kunjungan wisata mancanegara ke Sumbar terus menunjukkan peningkatan, bahkan periode Januari-Agustus 2013 meningkat 25,98 persen. Dari total turis yang berkunjung ke Sumbar, pada periode tersebut sebanyak 29.262 orang. Sementara periode sama tahun lalu baru 23.228 orang.

Meski terjadi peningkatan kunjungan, Febby mendorong pelaku wisata berimprovisasi dalam menjual wisata Sumbar saat iven TIME digelar. “Road show promosi wisata dari pelaku wisata harus diperbanyak. Di antaranya sering lakukan promosi person to person seperti di beberapa bandara dan hotel-hotel di kota-kota besar,” saran Febby.

Dia khawatir, jika hal itu tidak dilakukan bersama pemprov, maka Sumbar hanya jadi tempat transaksi wisata saja tanpa dapat nilai apa-apa dari kegiatan pasar wisata internasional itu.

Dengan diadakannya TIME secara berkala, para pembeli dari mancanegara juga dapat melihat potensi pasar dan mempromosikan produk wisata yang baru di pasarnya masing-masing. Selain itu, tujuan TIME digelar di Sumbar untuk mempromosikan wisata daerah ke pasar Internasional serta mendorong perbaikan dan peningkatan insfrastruktur, fasilitas pariwisata, dan obyek wisata di wilayah tersebut sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata dunia. (bowo@bisniswisata.co)

source :

http://bisniswisata.co/view/kanal/?open=18&alias=event&id=4625



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Padang to host TIME in 2013

TTG ASIA - Mimi Hudoyo -
INDONESIA’S Ministry of Tourism & Creative Economy expects the next few editions of the annual Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) to take place in Sumatra, with Padang, the capital of West Sumatra, already earmarked to host next year’s event.

Faried Moertalo, director of domestic promotion, Ministry of Tourism & Creative Economy, said: “In its 18-year history, TIME has previously been held in Java and eastern Indonesia (Makassar and Lombok). Lampung is the first venue in Sumatra (for TIME) and we are happy to note that next year’s edition will take place in Padang.”



He added: “There are six (regional) gateways in Sumatra, namely Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang and Batam. While direct regional services are still limited to Malaysia and Singapore, destinations in Sumatra can use these regional hubs to attract travellers from beyond these countries.”

Various destinations in Sumatra are also equipped with a good variety of quality hotels as well as cultural, natural and man-made attractions, Faried said, adding that hosting TIME would allow international buyers to take a closer look at the products on offer and aid local tourism stakeholders in selling their products overseas.

Next year, TIME will take place at the 162-room Grand Inna Muara Hotel & Convention Centre, which is scheduled to reopen in November following a makeover. The hotel features a ballroom with capacity for 1,600 pax, five pre-function rooms and 13 breakout rooms with capacity ranging from 15-200 pax.

“The ballroom and pre-function rooms can comfortably accommodate 55 booths of 3mx3m, but we will still discuss with Pacto Convex (the PCO for TIME 2013) to maximise the available space,” said Reiky Alfaridzi, general manager of the hotel.

TIME 2012 attracted 83 buyers from 28 countries and 74 Indonesian sellers occupying 60 booths.


source :

http://ttgasia.com/article.php?article_id=4586



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

TIME 2013 to Take Place in Padang 18-21 October

ASIA Travel Tips.com - Latest Travel News - Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) or 'Pasar Wisata Indonesia' will this year take place in Padang, the capital city of West Sumatra after being held for two years in Bandar Lampung.

The event is scheduled to be held 18 - 21 October 2013 at Grand Inna Muara Hotel & Convention Centre.

Entering its 19th year, TIME is organized to promote Indonesia as a tourist destination and raise the country's image as a global travel destination.

"The shifting of TIME to West Sumatra is aimed at promoting West Sumatra to the international market and speeding up the development and improvement of infrastructure, tourism facilities and tourism attractions in the region, so that at the end the destination could establish itself as a global travel destination. It will attract more tourist arrivals to the island and speed up the improvement of infrastructure and encourage more investors to the region to develop new hotels as well as tourism attractions," said Meity Robot, Chairwoman of the Steering Committee of TIME 2013.


Various destinations in Sumatra are equipped with a good variety of quality hotels as well as cultural, natural and man-made attractions. "Hosting TIME would allow international buyers to take a closer look at the products on offer and aid local tourism stakeholders in selling their products overseas," added Meity.

There are six (regional) gateways in Sumatra, namely Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang and Batam. "While direct regional services are still limited to Malaysia and Singapore, destinations in Sumatra can use these regional hubs to attract travelers from beyond these countries," Meity said.

Last year, TIME in Bandar Lampung attracted 83 buyers from 28 countries dominated by India, Singapore, China, Netherlands, Australia, Malaysia, and United Arab Emirates, with 74 Indonesian sellers occupying 60 booths.

The percentage of sellers based on industry covered hotel, resort and spa (75%), NTO (10%), tour operator/travel agent (7%), adventure/activity holiday (3%), airline (1.5%), and others (hotel management, etc. (8.5%).


source :
www.asiatraveltips.com/.../105-PasarWisata.shtml






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, May 16, 2013

Basko Group Bangun Padang Green City

Haluan Kepri - Andalas - Selasa, 14 May 2013 00:00 - Investasi Rp1 Triliun - PADANG (HK)- Pada tanggal 18 Mei 2013 nanti, pengusaha Minang H Basrizal Koto akan memulai pembangunan Padang Green City di Jalan By Pass, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Perusahaan Basko Group dengan nama PT Graha Jakarta Utama ini, membangun kawasan bisnis terpadu mal dan hotel di areal sekitar 4 hektar, dengan investasi mencapai Rp1 triliun.
“Kami sudah mengonfirmasi, insya Allah peletakan batu pertama pembangunan Padang Green City, akan dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, dan sejumlah tokoh nasional lainnya,” ujar Basko, panggilan akrab Basrizal Koto, saat konfrensi pers di Premier Basko Hotel, Minggu (12/4).

Rencana pembangunan Padang Green City, sudah muncul sejak tahun 2012 lalu. Hasil diskusi, dan masukan dari berbagai tokoh Sumatera Barat, termasuk Walikota Padang H Fauzi Bahar, mendorong Basko untuk mengembangkan mal dan hotel yang sudah ada sekarang, yakni Premier Basko Hotel dan Basko Grand Mall ke kawasan By Pass.



“Atas berbagai dorongan dari tokoh-tokoh Sumbar, akhirnya saya memutuskan akan membangun mal dan hotel, Padang Green City,” tuturnya lagi.

Mengapa ke By Pass? Karena kehadiran Basko Hotel dan Basko Grand Mall di Jalan Prof Hamka, Air Tawar dan sejumlah mal dan hotel di pusat kota, sudah dinilai lebih dari cukup. Dan kalau dipaksakan untuk menambahnya, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif.

Kota bisa menjadi sumpek, kemacetan akan menjadi-jadi, serta menumbuhkan persaingan yang tidak sehat. Selain itu, pengaruh buruknya juga akan dirasakan para pedagang kecil dan menengah. Ruang gerak pelaku ekonomi kecil ini akan menjadi semakin sempit dan terjepit.

“Sebagai putra daerah, sejak mulai investasi di Sumatera Barat 22 tahun lampau, saya tidak pernah berpikir hanya untuk meraih keuntungan semata. Manfaat dan dampak dari setiap unit usaha yang akan dijalankan, selalu kami perhitungkan. Ada atau tidak manfaatnya untuk masyarakat dan daerah ini. Ada atau tidak dampak negatifnya untuk pedagang kecil dan menengah di daerah ini,” imbuh Basko.

Dikatakan, berdasarkan pertimbangan itulah, Basko akhirnya memutuskan pengembangan bisnisnya ke kawasan By Pass. Investasi di daerah pengembangan baru ini, diharapkan bisa menjadi pemicu dan pemacu pembangunan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau saya mau membangun di pusat kota, saya bisa lakukan dengan mudah. Karena saya punya lahan di Jalan Khatib Sulaiman, Padang. Tapi, itu tidak saya lakukan. Saya justru mencari dan membeli lahan baru di kawasan By Pass,” terang Basko lagi.

Ditambahkannya, Walikota Padang melalui surat bernomor 650.304/Bappeda/XII-2012 tertanggal 27 Desember 2012, menerbitkan Persetujuan Izin Pemanfaatan Ruang (Izin Prinsip) kepada PT Graha Jakarta Utama untuk membangun pusat perbelanjaan, ruang pertemuan, hotel dan pusat rekreasi di lahan hampir 4 hektar itu.

Poin satu dari surat yang ditandatangani langsung Walikota Padang Fauzi Bahar itu, disebutkan bahwa prinsipnya walikota menyetujui rencana pembangunan mal dan hotel itu sejauh ada kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padang tahun 2010-2030.

Pada poin 2 huruf g, surat izin prinsip itu juga dicantumkan masa berlakunya yakni satu tahun, terhitung sejak tanggal surat ini. Khusus pada poin 3 surat tersebut, ditegaskan, bahwa Pemko Padang akan membatasi pemberian izin usaha sejenis kepada perusahaan lain selama 10 tahun sejak beroperasinya Padang Green City.

Menyusul Surat Izin Prinsip itu, pada tanggal 3 Mei 2013, keluar Keputusan Walikota Padang Nomor 0352/IMB/UJ/UT.5/KR.05/2013 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk PT Graha Jakarta Utama.

“Sejak keluar IMB itu, kami langsung mempersiapkan untuk memulai pembangunan mal dan hotel di kawasan By Pass itu. Insya Allah, pada tanggal 18 Mei depan, akan dilakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Padang Green City,” tukas Basko.

Pembangunan mal dan hotel di kawasan By Pass itu, akan dilakukan oleh Wijaya Karya (Wika Building), diperkirakan akan memakan waktu selama satu tahun. Targetnya bulan puasa tahun 2014, Padang Green City sudah mulai beroperasi. Kawasan bisnis ini diperkirakan akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Sejumlah tenan dan mitra ternama sudah menyatakan komitmennya untuk bergabung di pusat perbelanjaan terbesar di Sumatera Barat itu. Antaranya, Lotte Mart, elektronik city, centro, ace ware, dan Cinema XXI. Semuanya tenan-tenan nasional dari Jakarta. (hmg)



source :
http://www.haluankepri.com/andalas/46672-basko-group-bangun-padang-green-city.html



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Lippo Karawaci siap bangun superblok di Padang

Pasar Modal - Hafid Fuad - Minggu, 12 Mei 2013 − 18:28 WIB - Sindonews.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) siap melakukan ekspansi dengan nilai investasi mencapai Rp11,3 triliun di Padang, Sumatera Barat. Perseroan akan membangun kawasan terintegrasi (superblok) Lippo Padang City Superblok dengan nilai Rp1,3 triliun dan proyek kota baru (township) mencapai Rp10 triliun.

Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya mengatakan, perseroan akan mengembangkan superblok di tengah Kota Padang. Superblok tersebut akan menggunakan konsep 'four in one' yang terdiri dari rumah sakit berskala internasional, hotel bintang lima, fasilitas pendidikan, dan pusat perdagangan.

Superblok tersebut memiliki nilai investasi total Rp1,3 triliun, dengan total luas bangunan mencapai 94.000 m2, dan luas lahan mencapai 1,6 hektar (ha). Pembangunan akan meliputi rumah sakit internasional berkapasitas 300 tempat tidur.

Selain itu juga akan terdapat Hotel Aryaduta dengan kapasitas kamar 200 unit, Sekolah Padang Harapan dengan kapasitas 1.680 siswa, serta pusat perdagangan seluas 55.500 m2.



"Proyek ini sudah groundbreaking akhir pekan kemarin, dan ditargetkan selesai pada 2014 nanti. Diharapkan proyek ini akan memenuhi kebutuhan gaya hidup modern bagi masyarakat Padang dan Sumatera Barat," ujar Ketut saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (12/5/2013).

Dia menambahkan, nama rumah sakit internasional akan menunggu masukan nama dari tokoh-tokoh masyarakat Padang. Namun RS tersebut disebutnya akan di bawah grup Siloam dengan nilai investasi mencapai Rp400 miliar. Sedangkan untuk Hotel Aryaduta yang berbintang lima memiliki investasi sebesar Rp300 miliar.

Sementara untuk pusat perdagangan akan menyerap investasi senilai Rp600 miliar, dan akan menggandeng beberapa tenant utama yang sudah siap masuk. Para tenant tersebut seperti Hypermart dan Matahari Department Store, bioskop, pusat kebugaran dan perbankan. Proyek ini juga akan didukung lahan parkir seluas 43 ribu m2 yang dapat menampung sebanyak 1.524 mobil dan sepeda motor.

"Semoga hadirnya rumah sakit internasional ini nantinya akan meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus dapat mengurangi devisa keluar. Nantinya masyarakat Padang dan Sumbar tidak perlu lagi ke negara tetangga, sebaliknya warga negara tetangga dapat berobat sekaligus berwisata ke kota Padang ini,” ungkapnya.


(gpr)


source :
http://ekbis.sindonews.com/read/2013/05/12/32/747892/lippo-karawaci-siap-bangun-superblok-di-padang



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, June 14, 2012

Potensi Wisata Sumatera Barat Harus Lebih Dikembangkan

Kantor Berita Radio Nasional - Selasa , 14 Februari 2012 21:13:04 - Oleh : Dodik Setyo - KBRN, Padang : Potensi wisata di Sumatera Barat tidak akan dapat dijual secara maksimal, jika belum dipromosikan sesuai potensi destinasi wisata yang dimiliki. Untuk itu, guna memaksimalkan promosi wisata di Sumatera Barat, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat terlebih dahulu akan memetakan potensi destinasi wisata di daerah ini.

Setelah resmi dilantik oleh Gubernur Irwan Prayitno, Ketua BPPD Sumatera Barat Maulana Yusran mengatakan, pemetaan potensi wisata di Sumatera Barat perlu dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah destinasi wisata di daerah ini, sekaligus melihat keseriusan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyiapkan destinasi dimaksud, sehingga positioning, dan segmen pasar dapat ditentukan.

Menurut Maulana Yusran, Sumatera Barat memiliki banyak potensi wisata, namun masih dipromosikan secara terpisah tiap Kabupaten/Kota, padahal pada dasarnya setiap wisatawan yang melakukan perjalanan ke suatu daerah, pasti akan berkunjung pada lebih dari satu destinasi.

“ Dalam promosi kita tidak mungkin terpisah, contohnya selamat datang ke Kota Padang, nggak mungkin seperti itu, yang pokok selamat datang ke West Sumatera. Padang, Sawahlunto tidak mungkin berdiri sendiri tanpa Sumatera Barat, itu harus disinergikan. Ingat karakter seorang tourism, mereka jauh-jauh datang mengeluarkan biaya transportasi ke sini, dia tidak akan mendatangi satu destinasi ” , Tegas Maulana, Selasa (14/2).

Untuk itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat Maulana Yusran berharap, agar pemerintah Kabupaten/Kota dapat bekerja sama dengan baik dan bersinergi. Selain itu, membantu menyelesaikan tantangan sector pariwisata yang masih menyelimuti Sumatera Barat, diantaranya, perizinan pembangunan sarana pariwisata, seperti hotel maupun home stay, faktor keamanan dan pelayanan yang prima terhadap kunjungan wisata, karena faktor dimaksud yang selama ini banyak dikeluhkan wisatawan di Sumatera Barat.

(Luthfi/Dodik Setyo/BCS)
(Editor : Besty Simatupang)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, March 15, 2012

Grand Rocky Diresmikan

Berita Singgalang | Utama - 09 March 2012 - BUKITTINGGI — Bukittinggi kian berkibar dalam dunia pariwisata. Soft opening, Grand Rocky, hotel bintang empat itu dilakukan Walikota H. Ismet Amzis, Kamis (8/3). Hotel dengan 143 dari 205 kamar yang direncanakan, menjadi ikon baru di kota tersebut. Pada Mei dijadualkan grand opening.

Grand Rocky Hotel merupakan kelanjutan dari pembangunan hotel yang dilaksanakan oleh investor terdahulu. Namun, pada 1998 terhenti akibat krisis moneter. Setelah terkatung-katung 12 tahun, pada 2010 lalu H. Syamsuddin (owner Rocky Hotel Padang/komisaris PT Sam Indo Perkasa), mengambil alih hotel tersebut.
Bangunan berlantai delapan itu pun rampung. Dirancang dengan selera tinggi dan membentuk suasana yang nyaman dengan asesoris yang wah. Jadilah Grand Rocky sebagai tempat yang paling nyaman dengan panorama alam Ngarai Sianok dan Bukittinggi yang menawan. Di hadapan undangan dari berbagai kalangan, antara lain Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Basril Djabar, Bupati Agam, H. Indra Catri, Ketua PHRI Sumbar dan Bukittinggi, Asita, dan lainnya, Walikota Ismet Amzis, dalam peresmian hotel itu, antara lain menyebutkan, Bukittinggi sejatinya masih kekurangan hotel. Baik hotel berbintang maupun hotel melati.
Kehadiran Grand Rocky Hotel (GRH) diharapkan mampu menjawab tantangan akan kekurangan hotel di kota wisata ini. Apalagi GRH memiliki fasilitas lengkap yang serba elite dan eksekutif.
Kendati masih membutuhkan banyak hotel, promosi tentang kepariwisataan perlu terus ditingkatkan. Begitu juga dengan GRH, tanpa promosi orang tidak akan mengenal. Maknanya, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Justru itulah promosi dalam berbagai bentuk tentang kepariwisataan tersebut harus mampu menyentuh nurani.
Ismet juga menyampaikan terima kasih kepada H. Syamsuddin yang bersedia melanjutkan pembangunan hotel yang sudah terkatung-katung hampir 12 tahun itu. Apalagi merupakan kebanggaan tersendiri, Pak Haji ini adalah orang Minang. Urang awak nan ikut mambangun kampuang halaman.
Ismet menambahkan, di Bukittinggi saat yang paling dirasakan kekurangan hotel itu, ketika musim liburan sekolah dan lebaran serta tahun baru. (rahman/202)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Utamakan Adat dan Agama : Grand Rocky Soft Opening

Padang Ekspres • Jumat, 09/03/2012 16:37 WIB • (edi) - Menurut wako, kehadiran Grand Rocky adalah sebuah langkah untuk mengatasi kekurangan kamar-kamar hotel di Bukittinggi.“Saat ini jumlah kamar seluruh hotel di Bukittinggi tercatat sebanyak 1.550 kamar. Dengan hadirnya hodirnya hotel Grand Rocky yang berjumlah 143 kamar, tentu dapat menampung kunjungan wisata domestik ke Bukittinggi yang terus bertambah. Saya menyambut gembira kehadiran Grand Rocky,” ujarnya.Dengan dilakukannya soft opening Grand Rocky, menurut Ismet, sudah tercatat sebanyak 14 hotel berbintang di kota Bukittinggi. Kendati begitu dia mengingatkan agar pemilik hotel dalam menjalankan bisnisnya tetap menjaga norma adat dan agama yang ada di kota Bukittinggi.

Lomisaris Utama Grand Rocky, H. Syamsuddin, mengatakan, kehadiran Grand Rocy, selain akan berkontribusi memajukan pariwisata di kota Bukittinggi, juga akan berkomitmen mengedepankan norma dan agama dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, dari sekian banyak tenaga kerja yang dipakai, 85 persen adalah putra asli daerah (Bukittinggi,red) yang mengerti dengan adat dan agama.Dengan visi jadi hotel berbintang empat terbesar di Sumatera, menurut Syamsuddin, Grand Rocky Bukittinggi dibangun dengan bahan-bahan berkelas dan berkualitas, sehingga tamu yang datang merasa aman dan nyaman, ditambah dengan udara dan view (pemandangan) di kota Bukittinggi yang sejuk dan indah. (edi)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sam Indo Perkasa Buka Grand Rocky Hotel Bukittinggi

Senin, 12 Maret 2012 09:26 - (Berita-Bisnis) - Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bukittinggi belakangan ini, dimanfaatkan oleh PT Sam Indo Perkasa dengan cara mengoperasikan Grand Rocky Hotel.

Hotel bintang empat tersebut terdiri dari 143 kamar dan berlokasi di pusat kota Bukittinggi.

Menurut Yossi Widiotomo, Direktur Utama Sam Indo Perkasa, pemilik Grand Rocky Hotel, pihaknya sengaja menargetkan wisatawan domestik dan wisatawan asing sebagai target utama pengunjung Grand Rocky Hotel.

Ditambahkan, Grand Rocky Hotel merupakan hotel kedua yang dikelola oleh Sam Indo Perkasa di samping Rocky Plaza Hotel yang berlokasi di Padang.

Rocky Plaza Hotel sendiri lebih diarahkan untuk mengakomodir kebutuhan para tamu bisnis (MICE). Rocky Plaza Hotel setinggi delapan lantai dan terdiri dari 171 kamar serta dikenal sebagai hotel bintang empat yang beroperasi di kawasan pusat kota Padang. (BB/Luki)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Friday, August 26, 2011





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Top Stories

Supported by

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
FOR RENT : This running text is ready for rent. For inquiries please email soon to : reservation@rockyplazahotelpadang.com or 165mazri@gmail.com