BEST OFFER : This space is available for you. For inquiries please email soon to : 165mazri@gmail.com
Showing posts with label Mentawai Islands. Show all posts
Showing posts with label Mentawai Islands. Show all posts

Thursday, June 27, 2013

Penerimaan CPNS Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Ajaran 2013/2014

PENERIMAAN CPNS CALON PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN) TAHUN AJARAN 2013/2014

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

SEKRETARIAT DAERAH
Jalan Jenderal Sudirman No. 51 Telepon (0751)31401-31402-34425 Padang
http://www.sumbarprov.go.id/ biro_humas@sumbarprov.go.id

PENGUMUMAN
NOMOR : 892/3248/BKD/IV-2013
TENTANG
PENERIMAAN CPNS CALON PRAJA
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN)
TAHUN AJARAN 2013/2014

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 892.1/3212/SJ Tanggal20Juni 2013, tentang Penerimaan CPNS Calon Praja (Capra) IPDN Tahun Ajaran 2013/2014, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuka kesempatan kepada Putera dan Puteri Warga Negara Republik Indonesia untuk mengikuti seleksi Pendidikan Pamong Praja pada Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dengan ketentuan sebagai berikut :



PERSYARATAN PELAMAR/CALON PESERTA SELEKSI:

1. Warga Negara Republik Indonesia.

2. Usia pelamar/peserta seleksi per tanggal 1 Desember 2013 :

a) Pelamar umum berusia minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun,

b) Pelamar PNS Tugas Belajar berusia maksimal 24 tahun dan mempunyai masa kerja menjadi PNS minimal 2 (dua) tahun.

3. Tahun Ijazah/Surat Tanda Tamat belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (MA) pendaftar, yaitu tahun 2011, 2012 dan 2013 bagi pelamar umum.

4. Syarat usia sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a dan syarat kelulusan tahun Ijazah/STTBsebagaimana dimaksud pada angka 3 harus terpenuhi seluruhnya.

5. Nilai rata-rata Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) minimal 7,00 (tujuh koma nol nol).

6. Tinggi badan peserta seleksi pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.

7. Tidak bertato atau bekas tato dan bagi peserta seleksi pria tidak ditindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota badan lainnya kecuali karena ketentuan adat/agama.

8. Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak sesuai dengan unsur pemeriksaan kesehatan.

9. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Tingkat Kabupaten/Kota (Polres/Poltabes)

10. Surat Keterangan berbadan Sehat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)/Rumah Sakit TNI/Rumah Sakit Polri/Puskesmas Pemerintah setempat.

11. Surat Pernyataan belum menikah/kawin, hamil/melahirkan dan sanggup tidak menikah/ kawin selama mengikuti pendidikan yang diketahui orang tua/wali dan disahkan Kepala Desa/Lurah setempat, yang dinyatakan secara tertulis, ditandatangani diatas materai Rp.6.000,-.

12. Surat pernyataan bersedia mentaati Peraturan Kehidupan Praja dan bersedia mengembalikan seluruh biaya pendidikan yang telah dikeluarkan pemerintah dikarenakan mengundurkan diri, diberhentikan dan/atau melanggar peraturan pendidikan, diketahui oleh orang tua/wali yang dinyatakan secara tertulis, ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,-.

13. Surat Pernyataan siap diberhentikan tanpa menuntut dimuka pengadilan melalui PTUN jika melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi maupun menjual belikan narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan dan pengeroyokan, dan melakukan tindakan asusila, berdampak hukum atau tidak, yang dinyatakan secara tertulis dan ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,-.



PERSYARATAN LAINNYA

1. Fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

2. Pasphoto berwarna menghadap kedepan dan tidak memakai kacamata, dengan ukuran 3 x 4 cm, sebanyak 4 (empat) lembar, dan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar, latar belakang merah.

3. Menyerahkan berbagai surat pernyataan yang telah ditentukan.

4. Syarat pendaftaran disusun rapi dan dimasukan kedalam stofmap berwarna biru bagi pelamar pria dan stofmap berwarna merah bagi pelamar wanita.



TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN

1. Tempat pendaftaran :

Pendaftaran dilakukan oleh peserta seleksi CPNS Calon Praja IPDN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

2. Waktu pendaftaran :

Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan tanggal 13 Juli 2013.



TAHAPAN SELEKSI

1. Seleksi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

a. Seleksi administrasi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota.

b. Tes Kompetensi Dasar (TKD) dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri serta Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia.

c. Tes Kesehatan dan Tes Kesamaptaan/Jasmani.

d. Tes Psikologi oleh Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat dan Tes Integritas dan Kejujuran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

e. Penentuan akhir dilaksanakan oleh Panitia Penentuan Akhir yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

f. Seleksi penerimaan CPNS Calon Praja IPDNdilakukan dengan SISTEM GUGUR, yaitu para peserta dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya apabila dinyatakan lulus/memenuhi syarat pada tahap sebelumnya.

2. Materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari :Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).



LAIN-LAIN

1. Apabila terdapat pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi CPNS Capra IPDN dengan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan. Panitia tidak bertanggungjawab atas perbuatan pihak/oknum tersebut.

2. Setiap tahapan dalam seleksi penerimaan CPNS Capra IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 dibawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



PEMBIAYAAN
Biaya Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan/Jasmani, Tes Psikologidan biaya lainnya untuk kebutuhan peserta selama mengikuti tahapan tes dibebankan kepada Calon Peserta.

Demikian pengumuman ini untuk dapat dimaklumi.

Dikeluarkan : di Padang
Pada Tanggal : 26 juni 2013

a.n GUBERNUR SUMATERA BARAT
SEKRETARIAT DAERAH

Dr. H. ALI ASMAR M.Pd
Pembina Utama Madya
NIP 19580705 197903 1 004

Written by Badan Kepegawaian Daerah | Thursday, 27 June 2013 09:48, just click to :

http://sumbarprov.go.id/read/99/12/14/59/190-teras-sumbar/pengumuman/824-penerimaan-cpns-calon-praja-institut-pemerintahan-dalam-negeri-ipdn-tahun-ajaran-2013-2014.html






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, May 9, 2013

Transformasi Fungsi dan Makna Hutan Siberut

niadilova.blogdetik.com - Suryadi - Opleiding Talen en Culturen van Zuid-en Zuidoost-Azië, Universiteit Leiden - Resensi Buku - Mei 07 - TRANSFORMASI FUNGSI DAN MAKNA HUTAN SIBERUT - Published By niadilova under Resensi Buku - Judul buku : Berebut Hutan Siberut: Orang Mentawai, Kekuasaan, dan Politik Ekologi

Penulis : Darmanto dan Abidah B. Setyowati

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia dan UNESCO

Cetakan : 1, Oktober 2012

Tebal : xxxvi + 458 halaman

Peresensi : Suryadi, Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, Belanda

Dalam wacana keindonesiaan kita yang hiruk-pikuk oleh euforia politik perkotaan, berita mengenai korupsi, pertelingkahan antara berbagai ’sekte’ agama dalam mengklaim siapa di antara mereka yang paling tahu tentang Tuhan dan yang paling berhak menjadi ahli sorga di akhirat nanti, dan mental xenosentrik yang sudah mewabah dalam semua lapisan sosial masyarakat, nama Siberut mungkin berada di tempat marginal.

Fenomena ini tidaklah aneh, mengingat negara sendiri cenderung mengembangkan pola pembangunan bangsa yang lebih memperhatikan pusat dan oleh karenanya sering mengabaikan wilayah-wilayah pinggiran seperti Siberut, walau sebenarnya dari segi sumber daya alam kontribusi wilayah-wilayah pinggiran itu sangatlah besar.


Berebut Hutan Siberut mungkin dapat mengingatkan kita kembali kepada pulau luar di lepas pantai barat Sumatera yang lebih dikenal oleh para penantang ombak besar dari mancanegara itu. Buku ini merupakan rekaman dinamika sosial masyarakat adat di Pulau Siberut sejak 50 tahun terakhir. Dalam 10 bab buku ini, kedua penulis, yang merupakan aktifis lingkungan yang lama bekerja di Siberut, menggambarkan secara kronologis ’sejarah akses dan kontrol [terhadap] hutan siberut’ (h.23).

Bab 1 memaparkan posisi teoretis buku ini yang berangkat dari perspektif politik ekologi dengan orientasi untuk mengidentifikasi pentingnya peran institusi dan relasi sosial dalam dinamika sosial politik dan ekonomi yang menyangkut pengelolaan sumber daya alam (h.19). Selanjutnya, dalam Bab 2 penulis mendeskripsikan kondisi geografis dan geologi Pulau Siberut serta penduduknya yang rupanya bukanlah sebuah entitas tunggal. Bab 3 menjelaskan hubungan orang Siberut dengan alam lingkungannya, khususnya hutan, sebelum datangnya intervensi politik, ekonomi, dan budaya dari orang-orang ‘tanah tepi’ (istilah orang Mentawai untuk penduduk Sumatera) pada dekade 1970-an.

Bab 4 memaparkan hutan Siberut dalam incaran ‘kekuasaan dari luar’. Tahun 1970-an Rezim Orde Baru mulai memberikan konsesi kepada kapitalis kota untuk menggarap hutan-hutan Pulau Siberut. Siberut kemudian menjadi salah satu pulau terluar Indonesia yang menjadi target garapan kelompok penguasa yang berkolaborasi dengan pengusaha dan para pemburu uang dari ‘tanah tepi’, baik mereka yang berkuasa di Padang maupun di Jakarta.

Seperti sudah sama kita ketahui, pemberian konsesi itu menimbulkan dampak sosial dan ekologis: ekosistem pulau Siberut terancam rusak. Tekanan-tekanan dari kalangan akademisi, LSM (nasional dan internasional) serta berbagai pihak lainnya yang peduli pada kelestarian ekologi dan budaya masyarakat adat di Siberut telah memaksa pemerintah menghentikan konsesi penebangan hutan di Siberut pada 1993. Namun, setelah Orde Baru jatuh beberapa pengusaha dari Padang dan Jakarta mendapat konsesi lagi untuk mengekploitasi hutan Siberut. Kali ini, sebagai efek dari regionalisasi politik zaman Reformasi, izin-izin pengekploitasian hutan Siberut itu dikeluarkan oleh Bupati. Dalam bab ini pula didekripsikan interaksi orang Siberut dengan pasar produk hutan global.

Silang pendapat di antara berbagai unsur pemerintahan dan intelektual terhadap ekploitasi hutan Siberut didisekrisikan dalam Bab 5. Pada titik ini muncullah gerakan konservasi yang wacananya kemudian meluas ke tingkat nasional dan internasional. Berbagai LSM dalam negeri menjadikan isu Siberut sebagai proyek mereka. Begitu juga beberapa organisasi internasional seperti WWF dan UNESCO. Upaya-upaya konservasi difokuskan pada dua aspek: menjaga kekayaan spesies endemik kepulauan Mentawai dan menjaga keaslian kebudayaan penduduk aslinya.

Bab 6 menjelaskan munculnya kesadaran kolektif baru penduduk asli Siberut. Kedua penulis berpendapat bahwa munculnya kesadaran identitas baru itu dipantik oleh intervensi orang luar tadi (baik dalam artian privat maupun negara). Gerakan-gerakan ini didampingi oleh berbagai LSM. Regionalisme politik yang terjadi di Indonesia menyusul jatuhnya Rezim Orde Baru telah memunculkan isu-isu yang lebih santer mengenai hak-hak masyarakat adat yang bersambut dengan kemunculan wacana indigenous people di tingkat global di mana banyak organisasi-organisasi non pemerintah yang memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal yang terpinggirkan oleh kekuasaan negara, modernisasi, dan intervensi kapitalisme global.

Bab 7 menguji asumsi-asumsi kebijakan desentralisasi melalui analisa tentang tatakelola hutan di Siberut setelah terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 1999. Penulis menggambarkan percaturan antar berbagai pihak dalam konteks politik lokal dalam memanfaatkan hutan untuk ‘pembangunan’ masyarakat. Bersamaan dengan itu transformasi identitas tanah bagi orang Mentawai sendiri tentu terus berlanjut, seiring dengan makin dalamnya penetrasi negara, misalnya melalui kebijakan-kebijakan agraria dan lain sebagainya.

Bab 8 memaparkan gerakan-gerakan masyarakat lokal di Siberut dalam menuntut klaim kepemilikan atas hutan dan tanah. Penulis mengatakan bahwa dalam konteks ini orang Siberut menggunakan wacana adat. Dalam memperjuangkan tuntutan ini mereka juga bekerjasama dengan aktivis-aktivis pendamping dari luar, baik yang berasal dari LSM maupun organisasi-organisasi lainnya. Namun kurang jelas bagaimana fungsi tradisi lisan (oral tradition) dalam konteks ini, terutama tentang cerita-cerita keluarga milik kelompok-kelompok kekerabatan (kin groups) di Siberut dalam menentukan klaim-klaim mereka terhadap kepemilikan tanah. Juniator Tulius dalam disertasinya, Family Stories: Oral Tradition, Memories of the Past, and Contemporary Conflict over Land in Mentawai - Indonesia (Leiden University, 2012), menunjukkan pentingnya cerita-cerita keluarga tersebut dalam menentukan klaim atas tanah/hutan di kalangan kelompok-kelompok kekerabatan penduduk asli Kepulauan Mentawai, dan rupanya cerita-cerita itu juga berperan penting dalam penyelesaian konflik-konflik yang menyangkut klaim atas tanah di antara kelompok-kelompok kekerabatan itu sendiri.

Dinamika internal di kalangan penduduk Siberut sendiri dalam menyikapi berbagai wacana (ekonomi, politik, kekuasaan) mengenai hutan dibahas dalam Bab 9. Penulis menggambarkan agenda-agenda lokal yang menonjol seputar isu ini dan resistensi terhadap komponen-komponen dari luar yang ditunjukkan oleh masyarakat Siberut sendiri. Bab penutup (10) menarasikan hubungan hutan dan kekuasaan. Bab ini menyimpulkan bentuk-bentuk reaksi orang Siberut dalam menghadapi jaringan kekuasaan dari luar.

Buku ini merupakan satu satu karya penting mengenai sejarah politik ekologi mengenai Kepulauan Mentawai, bahkan mungkin yang terlengkap untuk studi mengenai dinamika pulau-pulau terluar Indonesia. Melaluinya kita dapat melihat cara pandang dan cara tindak bangsa Indonesia terhadap tanah airnya sendiri. Harus diakui bahwa kesadaran kita sebagai bangsa untuk memelihara alam tanah air ini masih sangat rendah. Orang-orang pintar di kota justru menjadi perusak paling hebat. Mereka, yang hanya memikirkan uang, sesungguhnya lebih bodoh dari masyarakat lokal.

Selain menggambarkan kompleksitas dinamika penduduk Siberut dalam rangka survival for the fittest di era global ini, buku ini setidaknya memberi pesan: bumi Indonesia yang makin bopeng-bopeng ini, Siberut khususnya, harus segera diselamatkan sebelum semuanya menjadi terlambat.

* Resensi ini dimuat di harian Padang Ekspres, Minggu, 5 Mei 2013

source :
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1106



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Friday, May 3, 2013

Mentawai Islands Regent Mr. Yudas Sabbagalet Officially Closes Mentawai Pro Presented by Rip Curl

asiansurfingtour.com - NEWS - 30 April 2013 - 28 April 2013, Katiet-Mentawai Islands: In a late afternoon ceremony today in the village of Katiet on Sipora Island in the Mentawai Islands of West Sumatra, after several speeches and trophy presentations, Regent Yudas Sabbagalet sounded the drum to officially announce the end of the Mentawai Pro presented by Rip Curl Asian Surfing Championship Premium grade international surfing competition that started on April 21st.

First to take the microphone was the Head of the Department of Culture, Tourism and Sport for the Mentawai Islands Mrs. Desti Seminora, who generously thanked the local people and listed all the sponsors who had supported the event. She told the audience how proud she was of her staff and all involved who had been working hard to make this event such a success, as it was now a premium international event after only the third year.


Jeff Anderson, Rip Curl’s CEO of South East Asia was next to address the crowd, and in fluent Indonesian thanked the local people for their hospitality in sharing their great waves and wonderful beach, and thanked Regent Sabbagalet and Mrs. Seminora for letting Rip Curl join with them for the second year running.

Tipi Jabrik, President of the ASC, in his speech reviewed the progress that has been made since Mrs. Seminora contacted him over three years ago to help create the first Lance’s Right competition in 2011 and congratulated her and her staff for the great job. He also thanked the Katiet locals for their hospitality. He then asked them to please take care of their beautiful beach and coral reefs, and not to let anyone bomb the reefs for fishing or do anything to destroy their great natural resource.

Lizzie Murray from A Liquid Future took the microphone next to express her thanks for the support from Rip Curl and the government for her NGO that is teaching the local kids how to speak English, about water safety, and of course how to surf.

Mentawai Pro presented by Rip Curl winner Oney Anwar from Sumbawa was asked to come up and say a few words, and he did…telling the audience how happy he was to have won the event and how he had enjoyed his stay at Katiet.

Next was the presentations of the trophies to the winners, but first 16 year old Harry Bryant from Australia was called to the stage and given a local backpack by the town chief, something personal young Harry could take back to his country and share with his friends and family.

The trophy presentations followed, with first the local trials winner Marvius and the other finalists being awarded Mentawai boatman’s paddles and some cash money as prizes, and then the main event winners receiving theirs as well.

After thanking Rip Curl, the ASC, Mrs. Desti, and the local village support crew, the Bupati (Regent) of the Mentawai Islands Mr. Yudus Sabbagalet had a special message for the local surfers in his closing speech. He strongly encouraged them to keep practicing and believing in themselves, saying “You can see who won this contest, and he is an Indonesian just like you…so is there a reason why you can’t win? I think not…so just remember to keep trying and soon it will be you on the podium!”

Then with the final pounding of the drum he closed the event, and though it may be over for this year the effects will be felt far into the future…in its positive impact on the local community, tourism in the Mentawais, and in the Asian as well as the worldwide surfing communities.

The Mentawai Pro presented by Rip Curl is sponsored by the Government of West Sumatra, the Tourism Department of the Mentawai Islands, Tourism Indonesia, Andalas Internet, Indies Explorer, Quest 1, and Losman Ombak, with media support by Magicseaweed.com, Indosurflife.com, Surftime Magazine, Juice, and Lines Magazine.



Mentawai Pro presented by Rip Curl ASC Premium Men’s Open Results:

1. Oney Anwar (Sumbawa, Indonesia) – Rp. 25 million (approx. $2,500 USD)

2. Garut Widiarta (Bali, Indonesia) - Rp. 15 million (approx. $1,500 USD)

Equal 3rd: Tipi Jabrik (Bali, Indonesia) and Gazali Hamzah (Sumbawa, Indonesia) – Rp. 8 million (approx. $800 USD)





Mentawai Pro presented by Rip Curl Trial Results:

1. Marvius (Katiet)

2. Dodi (Siberut)

3. Henri (Siberut)

4. Arjomen (Katiet)



Media Contacts:



Asian Surfing Championships

Tim Hain – Media and Communications

Mobile: +62(0)8123606674

Email: tim.hain@asiansurfingtour.com



Rip Curl Indonesia

Ivona Puspita – Public Relations

Mobile: +628179723980

Email: ivona@ripcurl.co.id





About the ASC

The Asian Surfing Championships began in 2011 with the mission of growing the sport of surfing in South East Asia from the grassroots level by assisting each country in organizing professional surfing events that will develop the skills of their surfers in healthy competition as well as to draw attention to their area for the progression of surfing locally, nationally, and throughout the SEA area.

Organized surfing competitions have historically been the best medium for the development of surfers and for the sport of surfing, where learning how to compete fairly and to being disciplined in training and competition are key skills needed not only for surfing but also for life.

The ASC works with the local, national and multinational event sponsors and organizers to maximize the results of these competitive surfing events towards accomplishing the goals of sharing the sport of surfing and bringing positive economic, social, and environmental benefits to the people in these South East Asian countries. See more at http://www.asiansurfingtour.com


source :




(odi/flo)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Top Stories

Supported by

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
FOR RENT : This running text is ready for rent. For inquiries please email soon to : reservation@rockyplazahotelpadang.com or 165mazri@gmail.com